Dua Hasil Satu Lahan, Inovasi Dinas Pertanian Minut Integrasikan Kelapa dan Jagung untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

Suluttimes.com, MINUT  – Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus mendorong inovasi pola tanam untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu strategi yang dikembangkan yakni program “Dua Hasil Satu Lahan”, melalui integrasi tanaman kelapa dan jagung dalam satu kawasan pertanian.

Peluncuran delapan inovasi Pemkab Minut tersebut dihadiri langsung Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, yang memberikan dukungan terhadap berbagai terobosan perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pembangunan daerah berbasis inovasi.

Melalui inovasi yang dihadirkan Dinas Pertanian ini, Pemkab Minut ingin memastikan sektor pertanian tidak hanya bertumpu pada pola budidaya konvensional, tetapi terus berkembang dengan pendekatan yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Program ini menjadi langkah inovatif untuk mengubah pola pertanian monokultur menjadi sistem pertanian terpadu yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui pola tersebut, lahan perkebunan kelapa milik masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menanam jagung di sela-sela tanaman kelapa.

Baca Juga  Antisipasi Penyalahgunaan APBD, JG-KWL Gandeng BPKP Sulut

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, mengatakan, inovasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengoptimalkan potensi sektor pertanian yang dimiliki Minahasa Utara.

“Melalui konsep Dua Hasil Satu Lahan, kita ingin mendorong petani agar mampu memanfaatkan lahan secara lebih produktif. Kelapa tetap menjadi komoditas unggulan daerah, sementara jagung menjadi komoditas tambahan yang dapat memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan pendapatan petani. Ini juga merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Ganda.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, Bertha Katuuk, menjelaskan bahwa inovasi “Dua Hasil Satu Lahan” merupakan terobosan dalam pengembangan sektor pertanian melalui penerapan pola tumpang sari tanaman kelapa dan jagung secara sistematis dan berkelanjutan.

Baca Juga  JG "Sentil WTP" Dalam Paripurna Pertanggungjawaban APBD TA 2021

Menurutnya, inovasi ini bertujuan mengubah pola pertanian yang selama ini cenderung monokultur menjadi sistem budidaya terpadu yang lebih produktif, sehingga lahan perkebunan rakyat dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Melalui inovasi Dua Hasil Satu Lahan, kami ingin mendorong petani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan kelapa dengan menanam jagung di sela-sela tanaman kelapa. Dengan demikian, petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memiliki peluang memperoleh hasil tambahan dari lahan yang sama,” ujar Katuuk.

Ia menegaskan, pengembangan pola tumpang sari ini bukan untuk menggantikan kelapa, melainkan memperkuat keberadaan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Minahasa Utara. Di sisi lain, pengembangan tanaman jagung diharapkan mampu mendiversifikasi sumber pendapatan petani sekaligus mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan daerah.

Baca Juga  Sekda Wowiling Irup Upacara Hari Kesaktian Pancasila Pemkab Minut

“Prinsipnya, bagaimana satu lahan bisa memberikan lebih banyak manfaat bagi petani. Kelapa tetap menjadi komoditas unggulan yang kita pertahankan, sementara jagung menjadi komoditas pendukung yang memberikan nilai tambah ekonomi. Inilah upaya kami mendorong pertanian Minahasa Utara agar semakin produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan inovasi Dua Hasil Satu Lahan, Pemkab Minahasa Utara melalui Dinas Pertanian berharap pola pertanian masyarakat semakin berkembang, produktivitas lahan meningkat, pendapatan petani lebih beragam, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian Minahasa Utara menuju sistem budidaya yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.(dw/st)

(Visited 6 times, 6 visits today)

Komentar