LSM Desak Polisi Tangkap WNA Perampok Emas : ‘Jangan Tutup Mata!

Sulut Times, MITRA : Tragedi penembakan terhadap para penambang di lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Alason, yang disebut dilakukan oleh oknum aparat dan menyebabkan kematian seorang penambang bernama Fernando Tongkotow, masih membekas di benak masyarakat dan keluarga korban.

Namun alih-alih menghentikan kegiatan tambang ilegal, WNA asal Tiongkok bernama Sie You Ho bersama rekannya, Akun, justru semakin agresif. Mereka kini mengelola tiga titik berbeda: Linggoy, Pasolo, dan Limpoga.

Informasi dari sumber yang enggan disebutkan menyebutkan bahwa di Linggoy saja, lima alat berat jenis ekskavator dikerahkan. Situasi serupa terjadi di dua lokasi lainnya. Di Limpoga, bahkan disebut telah dibangun sejumlah bak penyiraman material emas—salah satunya sebesar lapangan sepak bola.

Baca Juga  Save Aerujang !!! Aktivis Lingkungan, Ormas Bersama Masyarakat Adat Danowudu "Sepakat" Tol di Geser

Ketua DPD PAMI Perjuangan, Jerfrey Sorongan, mengkritik keras sikap aparat dan pemerintah yang terkesan membiarkan aktivitas tambang ilegal tersebut berlangsung. Ia menegaskan bahwa praktik pengambilan emas oleh pelaku asing seperti You Ho merugikan negara karena tidak memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bayangkan saja, berapa jumlah emas yang diambil setiap bulan, dan seberapa besar kerugian negara akibat tindakan itu,” ujar Sorongan.

Ia mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap para pelaku, dan menyarankan agar pengelolaan tambang dilakukan oleh warga lokal, agar hasilnya dapat berputar di ekonomi daerah Sulawesi Utara.

Sorongan menekankan bahwa pihak Polda Sulut harus segera menangkap You Ho dan Akun serta memberikan sanksi hukum yang setimpal agar keadilan tidak sekadar wacana.

Baca Juga  Kapolda Sulut dan Danrem 131/Santiago Pantau Kamtibmas di Minahasa Tenggara : Mari Kita Jaga Kedamaian Bersama

Popular posts:

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar

Berita terkait