Sulut Times, Manado : Menyusul Legalitas Perguruan Tinggi Pekerti-AA, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Pra-FGD Penyusunan Sistem dan Dokumen Kurikulum Paket-AA (Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional – Applied Approach), Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta yakni para dosen Unsrat penyusun kurikulum Pekerti-AA ini dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris LPMPP Unsrat Esry Olly H. Laoh mewakili Max Rivolta John Runtuwene (Kepala).
Kepada wartawan, Kepala LPMPP Unsrat menjelaskan, Pra-FGD ini dilaksanakan menyusul ditetapkannya Unsrat sebagai Penyelenggara Pekerti-AA.
“Dalam pelaksanaan Pekerti-AA diperlukan sistem penyelenggaraan.secara daring dan luring didukung oleh sistem MOOC yang memadai.
Oleh karena itu, tambahnya, LPMPP Unsrat menggelar Pra-FGD Penyusunan Sistem dan Dokumen Kurikulum Pekerti-AA,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Laoh. Dihubungi terpisah, Laoh menjelaskan, Unsrat Manado telah mendapat legalitas Pikerti AA di mana di Indonesia cuma 74 PT (perguruan tinggi) yang mendapat legalitas dari ribuan PT yang di Indonesia dan Unsrat satu-satunya di Sulut.
“Sebagai implementasi dari itu, kita harus menyusun kurikulum pelatihan. Awal dari penyusunan kurikulum tersebut kita (LPMPP Unsrat) nelaksanakan Pra-FGD. Dan, setelah Pra-FGD akan diadakan FGD selama tiga hari,’ ujarnya di dampingi Reynald J. Pakasi (Staf LPMPP Unsrat).
Pra-FGD ini menampilkan tiga pembicara yakni Sekertaris LPMPP Unsrat, Kepala Pusat Pembelajaran Saroyo dan Ketua Jurusan Elektro Fatek Unsrat Alwin Sambul.
((Jacklatjandu)).
























Komentar