Suluttimes.com, MINUT – Minahasa Utara semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang konsisten mengembangkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) masuk dalam 57 daerah yang terpilih sebagai nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Capaian tersebut menjadi bukti perkembangan inovasi di Minahasa Utara yang terus menunjukkan peningkatan, sekaligus membuka peluang bagi daerah ini untuk kembali meraih penghargaan di tingkat nasional.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., menyatakan optimistis menghadapi tahapan penilaian IGA 2026. Optimisme itu disampaikan setelah dirinya mengikuti presentasi kepala daerah sebagai nominator, didampingi Asisten II serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam tahapan presentasi tersebut, Joune memaparkan berbagai terobosan Pemkab Minut yang terbagi dalam dua kategori, yakni inovasi digital dan non-digital. Kedua kategori tersebut dipilih karena dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Untuk inovasi digital, Pemkab Minut menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara pada kategori non-digital, program penanganan stunting menjadi salah satu inovasi unggulan yang dipresentasikan.
“Yang saya presentasikan adalah inovasi-inovasi yang memberikan dampak. Terutama untuk inovasi digital, bagaimana inovasi tersebut bisa meningkatkan PAD. Sedangkan untuk non-digital, kami mengangkat penanganan stunting,” ungkap Joune Ganda kepada awak media, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pengembangan inovasi tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan indikator penilaian maupun perolehan penghargaan. Lebih dari itu, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan untuk menciptakan pelayanan yang semakin efektif, adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, masuknya Minahasa Utara dalam nominasi IGA 2026 merupakan gambaran bahwa upaya membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan daerah terus berjalan dan memberikan perkembangan positif.
Perjalanan Minut dalam penilaian inovasi daerah juga memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan. Daerah ini sebelumnya berada dalam kategori kabupaten tidak inovatif, kemudian berhasil meningkat menjadi kabupaten inovatif, hingga pada 2025 memperoleh predikat kabupaten sangat inovatif.
Perubahan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Minahasa Utara untuk menghadapi penilaian IGA tahun ini. Joune pun berharap seluruh perangkat daerah terus meningkatkan kreativitas, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta menghadirkan inovasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Keikutsertaan Minut dalam nominasi IGA bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan menjadi bukti bahwa budaya inovasi terus tumbuh dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tegasnya.
Diketahui, dari sekitar 500 kepala daerah di Indonesia, hanya 57 daerah yang berhasil masuk dalam nominasi IGA 2026. Minahasa Utara menjadi satu-satunya kabupaten/kota dari Provinsi Sulawesi Utara yang berhasil menembus nominasi tersebut.
Capaian ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi daerah dan motivasi untuk terus melahirkan terobosan baru demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara.(dw/st)




























Komentar