Sulut Times, MINAHASA — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow resmi dimulai di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut, Senin (10/8/2026).
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Pemprov Sulut Denny Mangala, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta, Kepala BPMP Sulut Febry Dien, serta Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Jahja Rondonuwu.
Usai memimpin upacara bendera, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta menghormati hak-hak anak. Pihak sekolah diminta menjamin ruang belajar yang bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), intimidasi, maupun perpeloncoan.
“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang aman, nyaman, menyenangkan, dan tentunya bermakna bagi anak-anak sekalian,” tegas Joune.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Bolmong Dony Lumenta mengapresiasi semangat para siswa baru yang siap mengarungi perjalanan akademis mereka. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan tenaga pendidik untuk aktif memberikan pendampingan psikologis.
“Mari kita bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik buat anak-anak kita. Kita bantu menciptakan suasana dan kondisi yang nyaman, humanis, dan kondusif sebagai modal adik-adik untuk mengeksplorasi serta mengembangkan seluruh potensi dirinya secara optimal,” tutur Dony.
Mewakili Gubernur Sulut, Asisten I Pemprov Sulut Denny Mangala mengungkapkan catatan membanggakan. Dari 38 provinsi di Indonesia, baru 14 provinsi yang mengoperasikan program SNT. Sulawesi Utara sendiri kini menorehkan prestasi melalui dua wilayah pelopor dari 15 kabupaten/kota, yakni Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow.
“Pendidikan adalah golden bridge menuju kemajuan daerah, bangsa, dan negara. Tidak ada negara atau daerah yang maju tanpa pendidikan,” ujar Denny.
Berbeda dengan model perekrutan nasional seperti SMA Taruna Nusantara atau SMA Unggul Garuda, SNT secara khusus memfokuskan pencarian bibit unggul dari tingkat kecamatan di kabupaten setempat.
Kepala BPMP Sulut sekaligus Ketua Tim Transisi SNT, Febry Dien, merinci bahwa pihaknya menerima total 160 siswa untuk jenjang SMP dan SMA pada tahun ini.
“SNT 4 Minahasa Utara membuka dua rombel untuk SMP dan dua rombel untuk SMA, dengan masing-masing rombel berisi 20 siswa. Skema yang sama juga berlaku untuk SNT 13 Bolmong,” terang Febry.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,035)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,891)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,621)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,572)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,954)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,900)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,336)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,828)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,631)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,225)






























Komentar