Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Sulut Times, Jakarta, 26 Oktober 2026 – Tiga mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER), Mutiara Permatasari, Ni Wayan Listyawati, dan Regitha Nur Azizah, berhasil meraih Juara 1 kategori Next Gen. PR Strategy dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) yang diselenggarakan Perhumas Indonesia pada 18 Oktober 2026. Ketiga srikandi UPER ini unggul melalui rancangan strategi komunikasi krisis yang mengedepankan transparansi, partisipasi publik, serta langkah konkret dan terukur untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Gagasan tersebut relevan dengan tantangan komunikasi korporasi saat ini. Studi Aguiar et al. (2026), yang menganalisis pemberitaan dan percakapan media sosial terkait 177 perusahaan publik, menunjukkan bahwa hampir 30 persen perusahaan mengalami krisis kepercayaan, sementara hanya sekitar 2 persen yang berhasil memulihkan kepercayaan secara langsung setelah krisis.

Dalam kompetisi ini, tim UPER mengembangkan strategi pemulihan reputasi melalui studi kasus Chocova, perusahaan cokelat yang menghadapi krisis akibat dugaan keterlibatan sekitar 2.150 pekerja anak pada 34 dari 76 koperasi pemasok kakao. Meski perusahaan memiliki kebijakan larangan pekerja anak, kasus tersebut justru terungkap melalui pihak eksternal, menunjukkan lemahnya pengawasan rantai pasok.

Baca Juga  TNI-POLRI, Ansor, Amankan Ibadah Natal di Gereja Pantekosta Indonesia Jalan Samratulangi Manado

“Ketika komitmen perusahaan tidak sejalan dengan praktik di lapangan, kepercayaan publik dapat berubah menjadi krisis. Karena itu, penanganannya tidak cukup melalui klarifikasi atau permintaan maaf, tetapi harus diikuti tindakan nyata dan keterbukaan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Mutiara.

Tak sekadar menawarkan pemulihan citra, ketiga mahasiswi UPER ini merancang solusi melalui tiga pendekatan utama, yakni Radical Transparency untuk membuka informasi rantai pasok, Public Participation guna melibatkan publik dalam pengawasan, serta Structural Intervention untuk membenahi sistem pemasok dan memulihkan akses pendidikan anak terdampak. Ketiga pendekatan tersebut kemudian diwujudkan dalam kampanye bertajuk “Satu Cokelat, Satu Harapan”.

“Melalui kampanye selama 100 hari ini, kami ingin memastikan bahwa strategi komunikasi tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi menghasilkan perubahan nyata. Karena itu, kami menetapkan target penurunan sentimen negatif dari 68 persen menjadi di bawah 44 persen, peningkatan ketertelusuran kakao hingga 90 persen, audit seluruh koperasi prioritas, serta pengembalian 1.000 anak ke pendidikan formal. Bagi kami, keberhasilan penanganan krisis harus dapat diukur dan dibuktikan kepada publik,” tambah Mutiara.

Baca Juga  Kuasa Hukum Asnat Baginda, Kami Menduga Eksekusi PN. Manado, Ada Perbuatan Tindakan Manipulasi

Keberhasilan menduduki podium tertinggi dalam kompetisi ini tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran UPER yang mengintegrasikan teori dengan studi kasus nyata industri. Mahasiswa dibiasakan mengembangkan strategi komunikasi berbasis riset untuk menjawab berbagai persoalan perusahaan. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai salah satu wujud keberhasilan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dunia profesional.

“Melalui peminatan Corporate Communication, Program Studi Komunikasi UPER mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas komunikasi perusahaan, mulai dari pengelolaan reputasi, hubungan dengan pemangku kepentingan, hingga penanganan krisis. Prestasi ketiga mahasiswa ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi strategis semakin dibutuhkan industri, terutama dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Prof. Ichsan.

Baca Juga  Tiga Pengawal Edwin Silangen Bertindak Arogan terhadap Wartawan

Popular posts:

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar