Suluttimes.com, MINUT – Upaya meredam lonjakan harga cabai rawit yang dikeluhkan masyarakat terus dilakukan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pangan Daerah bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulut kembali menggelar program Fasilitasi Distribusi Pangan dengan menyalurkan cabai rawit merah harga murah di Pasar Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Senin (21/9/2026).
Program pengendalian inflasi ini merupakan pelaksanaan untuk yang kedua kalinya. Kegiatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh Dinas Pangan Provinsi Sulut berkolaborasi dengan Bank Indonesia, sementara Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara berperan sebagai pihak pendamping untuk kedua kalinya dalam memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara, Maximilian Tapada, M.Si., saat diwawancarai menjelaskan terkait kegiatan tersebut.
“Fasilitasi distribusi pangan ini merupakan yang kedua kalinya, yang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi dengan Bank Indonesia. Dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berkolaborasi dalam rangka untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Maximilian Tapada.
Ia menjelaskan, meskipun pelaksanaan kali ini tidak bertepatan dengan hari pasar di Pasar Airmadidi, antusiasme warga sangat tinggi.
“Untuk hari ini memang tidak bertepatan dengan hari pasar di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di Pasar Airmadidi. Tetapi antusias masyarakat itu sangat besar untuk mendapatkan harga cabai atau rica murah di Airmadidi ini. Semua datang dari berbagai penjuru, bukan saja warga Airmadidi, karena hal ini sudah tersosialisasi lewat kecamatan-kecamatan yang ada,” jelasnya.
Maximilian merincikan, stok cabai yang disalurkan pada hari ini kurang lebih sebanyak 330 kilogram yang disebar di 11 titik di dalam pasar.
“Untuk stok pada hari ini kurang lebih ada sekitar 330 kg, jadi ada di 11 titik yang kita sebarkan. Masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan rica atau cabai dengan harga murah, tepatnya harga Rp57.000 per kilogram,” katanya.
Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum kebagian dan meminta masyarakat untuk bersabar karena program serupa akan terus dilanjutkan.
“Memang masih banyak yang belum mendapatkan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat bersabar karena untuk upaya dalam rangka pengendalian inflasi lewat gerakan pasar murah ini tetap akan dilaksanakan oleh pemerintah. Dalam hal ini kerjasama Pemerintah Provinsi dengan Bank Indonesia dan juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kadis Perdagangan menegaskan komitmen Pemkab Minut tidak hanya fokus pada komoditas cabai.
“Dan oleh sebab itu tentunya Kabupaten Minahasa Utara juga akan berupaya dalam rangka untuk membantu masyarakat. Bukan hanya lewat cabai atau rica, tetapi lewat sembilan bahan pokok ataupun bahan pokok lainnya yang tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, perhatian serius juga datang dari Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara terkait dampak kemarau panjang terhadap harga bahan pokok.
“Bapak dan Ibu, Bupati Minahasa Utara juga konsen untuk dapat melihat lewat keprihatinan yang terjadi melalui kemarau panjang ini. Harga-harga bahan pokok memang ada yang sedikit mengalami kenaikan, tetapi ada juga yang normal. Tetapi ini merupakan suatu harapan daripada masyarakat untuk mendapatkan harga yang terjangkau dan harga yang murah,” pungkasnya.
Dengan adanya fasilitasi distribusi pangan murah untuk kedua kalinya ini, diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Kabupaten Minahasa Utara di tengah ancaman inflasi akibat kemarau panjang.(dw/st)



























Komentar