Budaya Bersih dan Inovasi Kompos Jadi Andalan Desa Koltem dalam Penilaian Adipura 2026

Suluttimes.com, MINUT – Budaya hidup bersih, penataan lingkungan, serta inovasi pengolahan sampah menjadi kompos menjadi andalan Desa Kolongan Tetempangan (Koltem), Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dalam menghadapi penilaian Adipura 2026, Jumat (23/10/2026).

Desa Koltem menjadi lokus pertama yang dikunjungi tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup. Berbagai aspek lingkungan diperiksa, mulai dari kawasan permukiman, fasilitas umum hingga taman desa yang mencerminkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Tim diterima Penjabat (Pjb.) Hukum Tua Kolongan Tetempangan, Renny Theodora Onthony, M.M., bersama Sekretaris Desa Hendra Tuelah dan jajaran perangkat desa.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Taman TP-PKK di Jaga 2. Taman tersebut ditata dengan beragam tanaman, mulai dari tanaman dapur hidup, apotek hidup hingga aneka bunga yang membuat lingkungan tampak asri dan tertata.

Baca Juga  Syukuran Hari Bhayangkara ke-78, Kapolda Sulut : Mari Perkokoh Persatuan dan Kesatuan serta Tingkatkan Kepercayaan Publik

Tidak hanya mengedepankan keindahan, taman ini juga dilengkapi dengan pengolahan kompos yang dikelola melalui keterlibatan ibu-ibu PKK Jaga 2, di antaranya Thresia Piri dan Sintje Tekla Rumambi, bersama TP-PKK desa yang diketuai Selvy Besare dengan sekretaris Ellen Soedarmadji.

Kondisi lingkungan permukiman dan fasilitas umum yang bersih turut menjadi bagian dari upaya Desa Koltem dalam memenuhi indikator penilaian Adipura.

Pjb. Hukum Tua Renny Theodora Onthony mengatakan, pemerintah desa telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi penilaian tersebut. Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan sekadar persiapan menjelang kedatangan tim penilai, melainkan telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat melalui program JG-KWL dan kegiatan Selasa Asri.

“Meski jadwal penilaian mendadak, kami tetap siap karena budaya bersih yang diaplikasikan lewat program JG-KWL dan Selasa Asri rutin kami lakukan. Kami pun memiliki treatment pembuatan pupuk kompos yang dikelola dengan bahan utama kotoran ternak,” jelas Onthony.

Baca Juga  4 Jenderal Polri Kompak Bareng Polwan dan Wartawan Sebar Kebaikan di Bulan Ramadan

Ia menegaskan, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta mengelola sampah menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, tim penilai yang didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara dan DLH Kabupaten Minahasa Utara, yang diwakili Sekretaris Dinas Dr. Jane Sangian, melaksanakan penilaian secara tertutup.

Ketua tim penilai menjelaskan bahwa identitas tim tidak dapat dipublikasikan demi menjaga kerahasiaan dan objektivitas proses penilaian.

“Maaf, kami bekerja tertutup. Karena itu, nama kami tidak bisa dipublikasikan karena ini terkait dengan kerahasiaan dan objektivitas penilaian,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup belum mengumumkan hasil penilaian Adipura 2026. Dengan berbagai upaya penataan lingkungan dan pengelolaan sampah yang dilakukan, Desa Kolongan Tetempangan berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Minahasa Utara dalam penilaian tersebut.(dw/st)

Baca Juga  Jika Tuhan Berkenan, Stenly Pakasi Siap Majukan Tanah Minahasa
(Visited 3 times, 3 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar