Suluttimes.com, MINUT – Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas menjadi fokus utama Polres Minahasa Utara melalui Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Klabat 2026. Dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari ini, polisi mengedepankan edukasi dan teguran persuasif guna menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Klabat 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Polres Minahasa Utara, Senin (26/10/2026), dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolres Minut, AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K.
Dalam kesempatan itu, Plt. Kapolres membacakan amanat Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., terkait pelaksanaan operasi yang digelar serentak secara nasional, termasuk di wilayah hukum Polres Minahasa Utara.
Usai apel, AKBP Antonius Gea menegaskan bahwa Operasi Patuh Klabat 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan melalui tilang, tetapi juga mengutamakan pendekatan preventif dan edukatif untuk membangun kesadaran masyarakat.
“Operasi ini berjalan secara keseluruhan di seluruh Indonesia. Kita mengikuti aturan dari atas dan melaksanakan operasi di wilayah kita. Prioritas kita ada beberapa, baik dari preventif maupun represif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penegakan hukum selama operasi akan dilakukan secara persuasif dan humanis. Petugas tidak serta-merta memberikan sanksi tilang terhadap setiap pelanggaran, tetapi juga mengedepankan teguran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tidak semua pelanggaran langsung ditindak tilang. Ada langkah-langkah lain yang lebih persuasif. Kita dibatasi, tidak hanya penindakan tilang saja, tetapi ada juga tindakan teguran,” jelasnya.
Menurut Gea, pendekatan edukasi menjadi salah satu penekanan dalam pelaksanaan operasi tahun ini. Masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan, penggunaan helm, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Target operasi ini bukan tilang, tetapi teguran dan edukasi. Kita ingin masyarakat sadar pentingnya melengkapi surat-surat, menggunakan helm, dan mematuhi aturan lalu lintas,” tambahnya.
Terkait data penurunan pelanggaran lalu lintas periode 2024–2025 yang disampaikan dalam amanat Kapolda Sulawesi Utara, Gea menjelaskan bahwa data tersebut merupakan akumulasi untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara. Sementara data khusus Kabupaten Minahasa Utara akan disampaikan secara terpisah.
Ia berharap pelaksanaan Operasi Patuh Klabat 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap ketertiban berlalu lintas di Minahasa Utara, sekaligus menekan angka kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
“Harapan kita untuk Minut, angka pelanggaran dan kecelakaan bisa terus menurun dengan adanya operasi ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Minahasa Utara, Iptu Ismail Diko, S.Sos., mengatakan bahwa operasi kali ini menyasar sejumlah pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, dengan tetap mengutamakan edukasi dan teguran.
Pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak mengenakan sabuk pengaman, berkendara di bawah umur, serta pelanggaran lain yang membahayakan keselamatan di jalan raya.
Melalui operasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara.
Apel gelar pasukan ini turut melibatkan personel Polres Minut, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan Kabupaten Minahasa Utara, serta Jasa Marga sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan operasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPBD Minut Theodor Lumingkewas, Kasatpol PP Daniel Komenaung, Kadis PU Lidya Warouw, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.(dw/st)



























Komentar